Kamis, 14 April 2016

Happy Birthday my sista



Sepenggal Kata Untuk sang Uni 
Teruntuk kakak ku yang memasuki usia 26 tahun 
Uni...
Uni adalah panggilan untuk seorang kakak di tanah kelahiranku, Bukittinggi, Sumatera Barat. Aku memiliki seorang kakak perempuan, orang tua kami memberinya nama Erni Fitri Wahyuni dan aku memanggilnya uni. waktu kecil aku sangat mengagumi kakak ku itu. dia sangat pintar, berani, dan pandai bergaul, dan selalu punya banyak teman dimanapun dia berada. dia juga anak yang paling cantik diantara kami bertiga saat itu. 

Sejatinya uni merupakan anak ketiga dalam keluarga kami, sebelumnya kami sudah memiliki dua saudara laki-laki, namun dia tetap seolah-olah  menjadi anak pertama karena kakak ku yang kedua meninggal waktu kecil sebelum aku dilahirkan dan kakak pertamaku sudah merantau sejak dia berusia 9 tahun.  Mungkin karena itu uni jadi sangat berani, dan pintar sekali. aku bahkan baru menyadari bahwa dia bukan kakakku satu-satunya saat berusia 6 tahun, ketika abangku pindah sekolah d kampung dan aku masuk sekolah dasar.
Kakak ku sangat ambisius, pintar dan menarik mungkin karena dia selalu punya banyak teman berkali lipat dari aku.

Hari ini kakak ku ulang tahun, aku jadi teringat masa-masa mengesankan saat kami masih bocah ingusan yang sering tertawa bersama dan tiba-tiba bertengkar dan jika abak (ayah) mengetahuinya dia akan menyidang kami di ruang tengah rumah dan disuruh bersalaman sebagai bukti bahwa kami benar-benar sudah berdamai dan melupakan amarah dan kekesalan kami, mengesankan memang. 
Pernah kami luput dari persidangan ayah, dan waktu itu kejadian paling ekstrim yang aku rasakan. Teringat saat kami berkejaran keliling rumah, keliling halaman bahkan sampai keluar masuk kandang hanya untuk melepas kekesalan dan aku dengan sigap berlari dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari kemarahan kakak ku :D 

Entahlah ngga tau waktu itu masalahnya apa, tp yang jelas waktu itu rasanya aku sangat ketakutan, sehingga harus berlari dan bersembunyi. tapi uni selalu mengejar sampai akhirnya aku berhasil masuk kedalam rumah dan mengunci semua pintu dari dalam. Uni yang menurutku sangat ambisius dan keras kepala tetap mencari cara supaya bisa masuk kedalam rumah dengan cara memanjat jendela. Saat itu rumah kami masih rumah tradisional, rumah papan yang dibagian bawahnya terdapat kandang yang biasa digunakan untuk kandang ayam. Yah, bertahun-tahun kami hidup rukun berdampingan dengan ayam-ayam, bahkan berlomba-lomba bangun lebih pagi antara ayam dan penghuni rumah haha. Mungkin karena itu juga ada yang mengatakan bahwa "jangan bangun kesiangan, nanti rejekinya dipatok ayam", bagaimana tidak wong hidup berdampingan kok, ya langsung d patok :D (itu asumsiku ) jendelanya tinggi sekitar 1,2 m, sehingga untuk anak kecil seusia kami waktu itu harus memanjat dulu baru bisa melihat kedalam rumah. 

Uni dengan kesalanya memegang sendok teh mendorong jendela, mungkin dikira aku lupa menguncinya, sementara di balik kaca aku mengejek dengan senang karena dia tidak mungkin bisa masuk kedalam rumah. Namun seketika jedarrrrr kaca pecah dan salah satu pecahannya tertancap tegas ditanganku. Spontan aku langsung menangis tanpa suara, dia langsung membuka pintu dan mencabut kaca dari tanganku yang langsung mengeluarkan darah bnyak sekali. Saat itu aku dan kakak ku sangat cemas, mungkin dia merasa bersalah terhadap tindakannya yang membuat tanganku terluka. 

Melihat luka di tanganku dia langsung melompat ke halaman dan masuk ke kebun d samping rumah. Saat itu aku tidak tau apa yang dicarinya, ternyata dia mencari dedaunan yang pahit lalu dikunyah dmulutnya dan menempelkannya ditanganku seraya berbisik kamu sih bikin kesel, lalu dengan sedikit cemas dia berkata "udah jangan sampai ketahuan ama dan abak ya, nanti kita dimarahi", dengan polos aku mengangguk sambil mengucurkan air mata.

Sejak hari itu aku tidak pernah bertemu kedua orang tua  seminggu lamanya, sampai lukaku sembuh. Selalu tidur dirumah nenek (orangtua ibu) yang rumahnya hanya di samping rumah kami, dan saat orang tua kami berangkat aku mengeluarkan kepalaku d jendela sekedar untuk menyapa mereka, sebenarnya supaya mereka tidak curiga dan mencari aku yang tidak pernah terlihat.  Sejak itu aku hanya menyapa orangtua saat mereka berangkat dan pulang melalui jendela rumah nenek. Setelah mereka pergi baru masuk ke rumah dan beraktifitas seperti biasa. kerjasama antara aku dan uni terbangun disitu, dia memata-matai orang tua dan aku bersembunyi mengikuti komandonya. 

Sampai hari ini orang tua kami tidak pernah tahu kalau d tanganku ada bekas luka krna pecahan kaca yang pecah karna kakakku. Dari kejadian itu aku belajar sesuatu, belajar tentang saling melindungi, belajar menahan emosi, belajar untuk tidak menyakiti orang lain, dan belajar bekerjasama.teringat hari itu rasanya keren sekali di usia segitu kita bekerjasama menyembunyikan sesuatu, ceritanya demi kebaikan bersama, agar orangtua tidak cemas dan marah dan agar kita mampu menyelesaikan masalah kita sendiri.

Hari ini berulang tahun, Usianya sudah 26 tahun, ya 1/4 abad sudah dilewatinya.
Sekarang dia sudah berubah, bahkan namanya saja sudah berubah,, Erni Fitri Wahyuni, S.Pd.I. Sekarang dia sudah menjadi orang dewasa, sudah menjadi bu guru,  dia smulai sibuk dengan kerjaannya yang sangat ribet. Ternyata waktu bergulir sangat cepat, rasanya baru kemaren kita bermain bersama, berayunan dengan ayunan papan yang dibuatkan abak. sekarang kita telah menjadi orang dewasa.  waktu ternyata berlalu  sangat cepat mungkin benar kata pujangga bahwa "waktu itu seperti busur panah, jika sudah terlepas maka akan berlalu dengan sangat cepat dan tak akan kembali"


 Uni,,,
Selamat ulang tahun, sekarang kita bukan anak kecil lagi yang bisa bermain dan tertawa lepas di halaman dan bertengkar dengan tiba-tiba lalu berdamai dengan sendirinya. kita sudah dewasa, kita mulai memasuki kehidupan layaknya orang dewasa yang mulai seibuk dengan urusan masing-masing. Kita sudah diambang pintu perpisahan, kita benar-benar sudah terpencar-pencar, Jogja-cikarang-padang dan bukittinggi...

Uni,,,
sekarang sudah memasuki usia 26 tahun, usia yang cukup matang untuk seorang perempuan, semoga segera menempuh jenjang selanjutnya, mudah-mudahan menemukan orang yang mampu mencintai dan menyayangimu melebihi kami, atau setidaknya  sama. Kita semakin dekat dengan masa-masa yang menyibukkan, bahkan mungkin sudah memulainya, tapi satu hal yang aku ingin selalu kita ingat bahwa kita terlahir dari rahim yang sama, pernah tumbuh bersama, tertawa bersama, menangis bersama, sakit senang bersama. Sekalipun kita berpencar nanti, dan bahkan sampai rambut kita memutih kita tetap saudara. kita memiliki cinta yang sama, dan darah yang sama...

Selamat ulang tahun ni, semoga diberi umur panjang dan selalu dalam lindungan dan berkah-Nya, selalu diberi kesehatan dan dilimpahi rezki dan kebahagiaan...
ingatlah untuk melewati sebuah perjalanan panjang tidaklah mudah, jika suatu hari nanti uni merasa lelah berhentilah sejenak, lihat kami di sekelilingmu kita akan selalu berjalan bersama. bukankah kita selalu diajarkan untuk saling melindungi dan saling mendukung.

Happy Birthday my sista..
With You All The best
your sister

Tidak ada komentar:

Posting Komentar