Sabtu, 02 Juli 2016

MENUJU TAKBIRAN IDUL FITRI 2016

 sebuah memori
Tak terasa bulan ini berlalu begitu saja, tanpa ada memori yang benar benar membuatku terkagum kagum. Kurang dari seminggu lagi menuju hari kemenangan. Entahlah apa yang telah aku menangkan hari ini, tapi mau tak mau tetap akan merayakannya. Lebaran selalu memiliki makna tersendiri bagi yang merayaknnya. Lebaran di rumah  sepertinya akan sangat menyenangkan, lebaran di rumah selalu menjadi sebuah ritual yang  penuh dengan suka cita.
Bercerita tentang rumah mengingatkanku pada sebuah  memori yang lama tersimpan di alam bawah sadar. Suasana  hari-hari terakhir ramadhan di kampung sangat unik. Penduduk kampung akan meningkat drastis menjadi seperti  kota padat penduduk, jalanan semakin  macet, rumah akan mendadak ramai, layaknya sebuah pabrik. Penghuni rumah akan  menjadi tukang, koki, tukang kebun, seniman, designer dan semuanya mendadak menjadi multitalent.
Penghuni mulai sibuk mengganti posisi benda2 d ruang tamu, menyiapkan taman dadakan menyambut hari raya. Di dapur tidak kalah sibuk semua perabotan pecah belah akan keluar dari gudangnya dan siap untuk digunakan  pada  hari raya nanti. Seminggu bahkan lebih dapur di setiap rumah akan berasap hampir sepanjang hari, membuat kue bersama keluarga, ada yang memasa lontong,  rendang dan lauk untuk menyambut tamu d lebaran nanti. Suara cekikikan anak-anak juga tidak kalah heboh dengan para tetua tetua. Asyik bercengkrama dengan saudara yang mungkin belum pernah bertemu sebelumnya.
Suasana semarak menyambut lebaran juga akan sangat terasa ketika berada d area jam gadang, pasar atas, pasar lereng  dan pasar bawah. Di Jam Gadang para perantau sibuk berfoto mengabadikan moment mudiknya sembari memborong baju lebaran di Pasar Atas, kemudian menikmati sesaknya Pasar Lereng menuju Pasar Bawah untuk membeli sembako, lalu menyempatkan naik Bendi menuju pemberhentian angkot d Landbow.
Kebalikanya terjadi d kota ini, disini semakin mendekati lebaran, kota akan semakin sepi, warung makan mulai tutup satu persatu. Penghuni kost-kostan dan kontrakan akan se
makin berkurang. Akan banyak rumah kosong menjelang lebaran. Mungkin pas hari lebaran nanti kita bisa bermain bola kaki d jalan raya tanpa takut ada kendaraan yang lewat :D
Lebaran diperantauan akan sangat berkesan, bertemu dengan teman-teman seperjuangan, menikmati waktu bersama hingga akhirnya tertawa lepas menutupi kegundahan masing-masing. Seolah tidak ada yang bersedih. Tawanya akan semakin kencang untuk menunjukan bahwa mereka menikmati kesendirian masing masing.
Salam rindu dari perantauan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar